Karanganyar.rilisjateng.com – Atlet lompat galah putri Indonesia, Diva Renatta Jayadi, menuntaskan persaingan di peringkat kelima pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Hasil ini menjadi bagian dari perjalanan atletik Indonesia untuk terus meningkatkan prestasi dan memperkuat daya saing di level Asia.
Penampilan Diva di Nagoya menjadi pengalaman berharga dalam menghadapi persaingan dengan atlet-atlet terbaik Asia. Hasil tersebut dapat menjadi bahan evaluasi bagi Diva dan tim pelatih untuk meningkatkan kualitas teknik, konsistensi lompatan, serta kesiapan menghadapi kompetisi internasional berikutnya.
Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora RI) mengapresiasi perjuangan Diva dan seluruh atlet Indonesia yang telah berkompetisi di Asian Games 2026. Dedikasi dan semangat para atlet menjadi bagian penting dalam proses pembinaan olahraga nasional menuju prestasi yang lebih tinggi.
Diva memiliki rekam jejak prestasi yang membanggakan. Pada SEA Games 2025, ia meraih medali emas lompat galah putri dengan catatan lompatan 4,35 meter. Capaian tersebut sekaligus memecahkan rekor nasional dan rekor SEA Games, serta mengakhiri penantian Indonesia untuk kembali meraih emas di nomor tersebut.
Lahir di Jakarta pada 24 Januari 2002, Diva tumbuh dalam keluarga atlet. Ayahnya, Nunung Jayadi, merupakan mantan atlet lompat galah putra nasional yang juga menjadi pelatih dan mentornya. Sementara itu, ibunya, Dedeh Erawati, dikenal sebagai salah satu legenda lari gawang Indonesia.
Konsistensi Diva juga terlihat di ajang nasional. Ia meraih medali emas PON Papua 2021 dengan lompatan 4,00 meter, kemudian mempertahankan gelar pada PON XXI Aceh-Sumut 2024 melalui lompatan 4,20 meter. Diva juga pernah menjadi juara Nantou International Pole Vault Invitational Meet di Taiwan.
Di level Asia, Diva mampu menyamai catatan terbaiknya, 4,35 meter, saat tampil pada Kejuaraan Asia di Chongqing, China. Pengalaman tersebut menjadi modal penting untuk menghadapi persaingan yang semakin kompetitif, termasuk di Asian Games.
Hasil di Nagoya menjadi kesempatan bagi Diva untuk melanjutkan perkembangan prestasinya. Evaluasi terhadap teknik, konsistensi performa, dan kesiapan bertanding diharapkan dapat mendukung peningkatan hasil pada kejuaraan mendatang.
Kemenpora berharap prestasi atletik Indonesia terus berkembang melalui pembinaan yang berkelanjutan, pendampingan pelatih, serta persiapan kompetisi yang terencana. Rekam jejak Diva menunjukkan bahwa atlet Indonesia memiliki potensi untuk bersaing di tingkat Asia dan terus meningkatkan pencapaian.
Perjalanan Diva di Asian Games 2026 menjadi bagian dari proses membangun prestasi atletik Indonesia. Dengan evaluasi dan persiapan yang tepat, pengalaman di Nagoya diharapkan menjadi bekal untuk melangkah lebih jauh dan meraih hasil yang semakin baik pada kompetisi berikutnya.(***)
